Pages

Thursday, November 1, 2018

Dishub Sumba Barat Tidak Tarik Retribusi Angkutan Kota dalam ...

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Dinas Perhuhungan (Dishub) Kabupaten Sumba Barat tidak menarik retribusi terhadap angkutan kota dalam provinsi (AKDP).

Misalnya bus angkutan penumpang jurusan Tambolaka, SBD-Waikabubak, Sumba Barat dan Waikabubak, Sumba Barat-Waibakul, Sumba Tengah hingga Waingapu Sumba Timur.

Hal itu merupakan kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi NTT. Kondisi itu sudah berlangsung selama dua tahun terakhir ini.

Baca: Proyek Pengadaan Kambing di Manggarai Barat, Target 161 Ekor Terealisasi Baru 76 Ekor

Hal itu berarti Dishub Sumba Barat hanya menarik retribusi terhadap angkutan kota, angkutan penumpang ke dan dari kecamatan dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Sumba Barat.

Demikian penyampaian dua staf Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat yang bertugas di Terminal Weekarou, Sumba Barat, Kamis (1/11/2018) pagi.

Baca: Aktivitas di Terminal Weekarou Ramai, Sopir Bus Kembali Beroperasi

Dua staf Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat, Getrudis bersama temannya menceritakan, selama ini tidak pernah menarik retribusi terhadap angkutan kota dalam provinsi.

Pihaknya hanya menarik retribusi terhadap angkutan kota juga angkutan kecamatan dalam wilayah Sumba Barat.

Besaran retribusi angkutan kota sehari Rp 5.000. Kadangkala ada sopir yang tidak menyetor karena tidak ada uangnya. Sebagai petugas dapat memahaminya namun hal itu tidak berarti terus menerus terjadi.

Karenanya, seringkali mengingatkan sopir agar memahami peraturan dan mohon kerjasamanya agar semua pihak merasa tidak dirugikan. (*)

Let's block ads! (Why?)

Baca lanjutan nya buka link di samping http://kupang.tribunnews.com/2018/11/01/dishub-sumba-barat-tidak-tarik-retribusi-angkutan-kota-dalam-provinsi

Ban Tersangkut di Perlintasan, Sebuah Angkutan Umum Ringsek ...

TRIBUNJAKARTA.COM, BOJONEGORO - Kecelakaan antara kereta api dan mobil angkutan umum terjadi di Desa Karangturi, Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur.

Kanitlaka Polres Bojonegoro Ipda Suiswanto telah mengkonfirmasi kejadian tersebut.

Suiswanto menerangkan, kecelakaan kereta dan mobil angkutan tersebut terjadi pada Kamis (1/11/2018) sekira pukul 07.30 WIB.

"Jalur perlintasan ini di jalan desa, tanpa palang pintu," terang Suiswanto melalui keterangan tertulis yang diterima TribunJakarta.com, Kamis (1/11/2018).

Lebih lanjut, kronologi kejadian tersebut dimulai saat angkutan jenis Bison itu akan menyeberang di perlintasan kereta api.

Karena perlintasan lumayan tinggi, ban angkutan tersebut tersangkut.

Sopir dan penumpang pun turun untuk mendorong angkutan.

5 menit berlalu, mobil masih belum bisa didorong.

Sementara dari jauh sudah terlihat KA Maharani akan melintas.

Lantas sopir dan penumpang lari menyelamatkan diri.

Angkutan yang masih ada di tengah perlintasan tertabrak oleh kereta api tersebut.

Kondisi angkutan umum yang tertabrak oleh KA Maharani di Bojonegoro, Kamis (1/11/2018) pagi.
Kondisi angkutan umum yang tertabrak oleh KA Maharani di Bojonegoro, Kamis (1/11/2018) pagi. (Istimewa)

Warga pun berkerumun menyaksikan tabrakan tersebut.

Beberapa warga bahkan sempat merekam pasca-kecelakaan itu terjadi.

Pada video yang beredar tampak asap putih masih mengepul di antara kereta dan angkutan tersebut.

Let's block ads! (Why?)

Baca lanjutan nya buka link di samping http://jakarta.tribunnews.com/2018/11/01/ban-tersangkut-di-perlintasan-sebuah-angkutan-umum-ringsek-tertabrak-kereta-api