Pages

Monday, August 5, 2019

Stigma buruk masih melekat di terminal bus angkutan umum - BeritagarID

Kondektur bus menunggu calon penumpang di Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/7/2019).

Kondektur bus menunggu calon penumpang di Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/7/2019). | Arif Firmansyah /Antara Foto

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berupaya menata dan mengembangkan terminal bus tipe A di sejumlah daerah. Langkah itu dilakukan untuk menghilangkan stigma buruk dan menarik minat masyarakat untuk menggunakan transportasi bus.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan, selama ini wajah terminal di beberapa kota sangat buruk di mata masyarakat. Kondisi yang kumuh hingga tingkat kejahatan yang masih tinggi menjadi perhatian.

"Saya coba melihat satu tahun terakhir ini bagaimana kondisi terminal kita. Sebetulnya kita sebagai bagian bangsa Indonesia harusnya merasa malu. Kenapa terminal seperti itu kondisinya?" ujar Budi, di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Lantaran stigma buruk yang ada di masyarakat mengenai terminal bus kata dia, perlu ada suatu perubahan. Dengan wajah baru atau penataan ulang, diharapkan terminal akan semakin lebih baik ke depan.

Dari data Kemenhub, jumlah terminal bus penumpang tipe A per Mei 2019 terbanyak berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, masing-masing 19 terminal.

Data tersebut dirujuk dari Keputusan Menteri Nomor 109 tahun 2019 yang diteken pada 20 Mei 2019. Terminal penumpang tipe A berfungsi melayani kendaraan penumpang umum untuk angkutan antar kota antar propinsi (AKAP), angkutan lintas batas antar negara, angkutan antar kota dalam propinasi (AKDP), angkutan kota (AK), serta angkutan perdesaan.

Dari 128 terminal tipe A di Indonesia sebut Budi, ada 40 terminal kini menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan. Dari 40 tersebut, 20 terminal dikelola dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan 20 sisanya akan dikembangkan investor swasta.

"Kalau terminal yang 20 sudah dianggarkan di APBN tahun 2020, dan sekarang tahap perencanaan. Tadinya kan 40, karena cuma 20, berarti 20 sisanya terbuka untuk swasta. Apakah KSP (Kerja Sama Pemanfaatan) atau KPBU (Kerja Sama Badan Usaha)," tandasnya.

Rp2 triliun untuk revitalisasi

Untuk merevitalisasi sejumlah terminal bus tipe A, pemerintah menganggarkan Rp2 triliun dari APBN. Ada sembilan terminal yang akan dijadikan percontohan revitalisasi tersebut.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, setidaknya ada sembilan kota akan menjadi percontohan revitalisasi terminal tipe A, di antaranya Pekanbaru, Batam, Bandung, Semarang , Medan, Surakarta, Denpasar, Badung, dan Yogyakarta (Terminal Giwangan).

Ia menandaskan, anggaran yang disiapkan sebesar Rp2 triliun untuk merevitalisasi seluruh terminal tipe A di Indonesia dengan anggaran per terminal mencapai Rp50 miliar.

"Jadi nanti, kita bisa berikan subsidi yang awalnya harga bus Rp10 ribu, kami subsidi jadi Rp5 ribu. Nah yang mengadakan bus ini swasta, oleh karenanya saya mengundang swasta yang punya perusahaan bus untuk bekerja sama dengan pemerintah," ujar Budi Karya, (16/6).

Dia menambahkan, akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengelola terminal bus tipe A sehingga diharapkan dapat mendesign terminal yang lebih bagus dan semua ruang dapat berfungsi dengan baik.

Seperti diketahui, sesuai Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah dilakukan proses alih kelola P3D Terminal Penumpang Tipe A dari Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat. Dari 144 Terminal Penumpang Tipe A yang ada di Indonesia, sebanyak 128 Terminal yang diajukan untuk proses serah terima.

Selanjutnya dari 128 terminal, sebanyak 106 Terminal sudah Berita Acara Serah Terima (BAST) dan 22 masih dalam proses. Sementara 106 Terminal yang sudah BAST terdapat 38 Terminal Penumpang Tipe A yang sudah menyelesaikan proses alih kelola P3D nya. Dari 38 terminal tersebut, sebanyak 9 (sembilan) terminal tipe A, sedang memasuki proses Dokumen Detail Engineering Design (DED) tahun 2019.

Sembilan terminal tersebut antara lain Terminal Harjamuki Kota Cirebon, Terminal Guntur Melati Kabupaten Garut, Terminal Tegal Kota Tegal, Terminal Induk Pemalang Kabupaten Pemalang, Terminal Pekalongan, Terminal Mangkang Kota Semarang, Terminal Demak, Terminal Purwokerto Kabupaten Banyumas, dan Terminal Kambang Putih Kabupaten Tuban.

Let's block ads! (Why?)

Baca lanjutan nya buka link di samping https://beritagar.id/artikel/berita/stigma-buruk-masih-melekat-di-terminal-bus-angkutan-umum

No comments:

Post a Comment